Materi

Rabu, 26 September 2012

PENELITIAN TEMATIK



BAB I
PENDAHULUAN


1.      LatarBelakangMasalah
Penelitian adalah suatu penyelidikan atau pengujian yang dilakukan secarateliti, kritis dalam mencari fakta-fakta tertentu dengan langkah-angkah tertentu atau suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah yang menjawab suatu masalah.
Penelitian sangat beragam salah satunya adalah penelitian tematik yang tergolong penelitian kualitatif. Secara umum penelitian tematik bertujuan untuk memahami fenomena atau gejala social dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji dari pada merincinya manjadi variable-variabel yang saling terkait dan dilaksanakan secara sistematis.
Dengan kata lain penelitian tematik memiliki fungsi untuk meneliti dan menyajikan data sebagai berikut :

1. merupakan seperangkat penelitian yang sistematis.
2. memiliki metode yang efektif.
3. memiliki objek;
4. memiliki rumusan kebenaran-kebenaran umum;
5. bersifat objektif;
6. dapat memberikan perkiraan atau prediksi.

Apakah tujuan dilakukannya penelitian tematik? Bagaimanakah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian tematik? dan bagaimana prosedur yang harus dilakukan pada penelitian tematik? Hal tersebut akan dijelaskan pada Bab selanjutnya.

2.      Tujuan Pembelajaran :

Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan dapat :
a. Memahami pengertian dan tujuan penelitian tematik atau penelitian tema.
b. Menguasai macam-macam sumber data dan penilaiannya.
c. Menerangkan langkah-langkah dalam penelitian tematik (tema)



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Penelitian Tematik

        Program Penelitian Tematik merupakan Program kompetensi inti        difokuskan untuk membangun kompetensi unit kerja dan memperoleh kecukupan dalam alokasi sumber daya. Proses seleksi program tahunan mengacu kewenangan eselon 1 (Deputi dengan mengacu kepada dokumen rencana strategis LIPI).

Menurut  Mohammad Ali, Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. Penelitian menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu  untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan suatu mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

Tematik merupakan gagasan atau ide yang berdasarkan pada tema atau dengan kata lain dapat diartikan dengan segala sesuatu yang mengandung tema. Jadi penelitian Tematik yaitu suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan suatu masalah yang mengandung suatu tema. Jadi penelitian yang akan dilakukan harus berdasarkan  pada tema tertentu dan tidak boleh keluar dari tema yang telah ditentukan.

Misalnya seseorang ingin melalukan penelitian yang bertemakan lingkungan maka ruang lingkup penelitian tersebut hanya sebatas lingkungan, termasuk aspek apa saja yang akan diteliti mencakup bukti-bukti sekitar  lingkungan. Dengan memberikan tema pada sebuah penelitian, peneliti akan  lebih  mudah dalam hal melaksanakan penelitiannya karena semua kegiatan yang termasuk dalam penelitian tidak terlepas dari tema yang telah ditentukan.

B.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tematik

Penelitian Tematik termasuk kedalam penelitian kualitatif yang dimana secara umum penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena atau gejala social dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji dari pada merincinya manjadi variable-variabel yang saling terkait. Harapanya adalah diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena untuk selanjutnya dihasilkan sebuah teori.

Pada dasarnya penelitian tematik menitik beratkan pada suatu tema tertentu yang bertujuan untuk mengetahui sacara lebih terperinci dan  membuktikan suatu hal yang berkaitan dengan tema tertentu. Dengan demikian tujuan penelitian tematik yaitu untuk menghasilkan suatu penemuan yang berdasarkan pada tema.  

C.    Kelebihan dan kekurangan penelitian Tematik

·         Kelebihan Penelitian Tematik diantaranya:
1.      Memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian
2.      Memberikan banyak informasi yang terkait dengan tema-tema tertentu
3.      Penelitian yang dilakukan memberikan sasaran yang tepat
4.      Tidak berbelit-belit dalam menyimpulkan hasil penelitian
5.      Memberikan gambaran umum dalam menentukan judul penelitian

·         Kekurangan penelitian Tematik
1.      Bersifat terikat
2.      Ruang lingkup lebih sempit
3.      Ada batasan dalam menentukan masalah penelitian yang terkait dengan tema
4.      Informasi yang diperoleh hanya berdasarkan pada tema
5.      Peneliti tidak bisa bebas menentukan judul penelitian karena harus berkaitan dengan tema.
6.      Terkadang data yang dihasilakan kurang valid.

D.    Jenis masalah yang dapat diteliti

Pada dasarnya semua aspek masalah yang mengandung tema dapat diteliti dengan menggunakan penelitian yang bersifat tematik. Dengan kata lain penelitian ini harus memiliki tema yang bersifat umum kemudian dalam prosesnya akan di spesifikasikan lagi menjadi sesuatu yang lebih khusus.

Dalam melaksanakan penelitian tematik hal terpenting adalah menentukan tema, karena dengan menentukan tema seorang peneliti akan meneliti sesuatu dimulai dari tema yanag bersifat umum kemudian akan dipersempit dengan hal-hal yang bersifat lebih khusus terkait dengan tema penelitian.

E.      Langkah-langkah penelitian

1.      Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
2.      Penelaahan kepustakaan.
3.      Penyusunan hipotesis.
4.      Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variabel.
5.      Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.
6.      Penyusunan rancangan penelitian.
7.      Penentuan sample.
8.      Pengumpulan data.
9.      Pengolahan dan analisis data.
10.  Interpretasi hasil analisis.
11.  Penyusun laporan/publikasi penelitian.




F.     Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. (Arikunto 2000). Cara menunjuk pada sesuatu yang sangat abstrak, akan tetapi  hanya dapat dilihat pada proses penggunaannya. Sedangkan instrumen atau alat pengumpul data  adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data tersebut dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Menyusun instrumen  pengumpulan data penelitian dilakukan setelah peneliti memahami betul  apa yang  menjadi variabel penelitian. Pemahaman Penelitia terhadap variabel dan hubungan antar variabel aan mempermudah peneliti dalam menentukan dan menyususn intrumen penelitian yang akan digunakan
 Pada penelitian tematik, metode yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

·         Observasi
Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

·         Kuesioner
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden (Sutopo, 2006: 87). Oleh karene itu, dalam menyusun angket perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, sebelum butir-butir pertanyaan atau peryataan ada pengantar atau petunjuk pengisian. Kedua, butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas, kalimat tidak terlalu panjang. Dan ketiga, untuk setiap pertanyaan disesuaikan kolom untuk menuliskan jawaban dari responden secukupnya.

·         Dokumen

Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film,  gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semua itu menberikan informasi bagi proses penelitian.


G.    Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dapat dilakukan dengan studi kasus. Studi kasus bersifat terkait aktifitas dan waktu. Melalui prosedur penelitian ini, peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan mengumpulkan data-data melalui pendekatan yang berdasarkan sumber yang ada. Dalam melakukan studi kasus, peneliti dapat melakukan prosedurnya dengan langkah sebagai berikut :
1.      Menentukan fokus tujuan penelitian.
2.      Menentukan kasus apa yang akan diteliti.
3.      Mengevaluasi dan menganalisis hasil pengambilan data.
4.      Menyimpulkan hasil penelitian.

H.    Analisis Data

Menurut Patton, 1980 (dalam Lexy J. Moleong 2002: 103) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Proses analisis data dimulai dengan menelah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu  pengamatan yang sudah ditulis dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar foto, dan sebagainya. Setelah  semua data dibaca, dipelajari, dan ditelah maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan  membuat abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. Langkah selanjutnya adalah menyusunya dalam satuan-satuan. Satuan atau unit adalah satuan suatu latar sosial. Satuan-satuan itu kemudian dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Kategori-kategori itu dilakukan sambil membuat koding. Tahap akhir dari analisis data ialah mengadakan pemeriksaan keabsahan data.Setelah selesai tahap ini, mulailah kini tahap penafsiran data dalam mengolah hasil sementara menjadi teori substantif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.









BAB III
KESIMPULAN

Jadi penulis menyimpulkan bahwa penelitian tematik adalah gagasan atau ide yang berdasarkan pada tema atau dengan kata lain dapat diartikan dengan segala sesuatu yang mengandung tema.

Adapun tujuan penelitian tematik adalah untuk memahami fenomena atau gejala social dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji dari pada merincinya manjadi variable-variabel yang saling terkait.

Penelitian tematik sangat cocok untuk mengetahui masalah-masalah yang berhubungan dengan tema.

Langkah-langkah dalam penelitian tematik ada 11 tahap yaitu:

1.      Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
2.      Penelaahan kepustakaan.
3.      Penyusunan hipotesis.
4.      Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variabel.
5.      Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.
6.      Penyusunan rancangan penelitian.
7.      Penentuan sample.
8.      Pengumpulan data.
9.      Pengolahan dan analisis data.
10.  Interpretasi hasil analisis.
11.  Penyusun laporan/publikasi penelitian.


REFERENCES







ardhana12.wordpress.com/2008/02/08/teknik-analisis-data-dalam-penelitian/


0 komentar:

Poskan Komentar